Minggu, 21 Januari 2024

ATURAN DASAR NETIKET

ATURAN DASAR NETIKET


Berinteraksi di dunia maya, baik itu dengan email, chatting, mailing list atau yang lainnya diperlukan aturan yang di sebut netiket (asal kata net: internet dan etiquette: etika). 

Pertama: ingatlah bahwa kita berinteraksi dengan manusia. jangan lupa bahwa orang yang membaca email atau posting kita benar-benar manusia yang memiliki perasaan. 

Sehingga: 

1. jangan berteriak - gunakan huruf kapital dengan bijaksana. tidak baik melukai perasaan orang lain,                                                                                                     
2. Jangan mengucapkan kata-kata yang brsifat sarkasme,
3. Jangan pernah mengirimkan email atau posting tentang hal-hal yang tidak akan pernah anda ucapkan secara langsung kepada si pembaca. 

kedua: Standar perilaku di dunia nyata berlaku pula di dunia maya. Konsekuensinya:
1. Jaga keetisan, 
2. Melawan hukum adalah netiket yang buruk.

Ketiga: Ketahuilah di mana Anda berada di dunia maya. Maka: 
1. Netiket bervariasi dari satu domain ke domain lainnya, 
2. Tunggulah sambil mengamati (dengan membaca posting-posting sebelumnya) domain yang akan Anda masuki sebelum Anda berinteraksi di dalamnya.

Keempat: Hargailah waktu dan bandwidth orang lain. Konsekuensinya:
1. Tidak mengapa jika Anda menganggap  apa yang sedang Anda kerjakan saat ini merupakan hal yang penting di jagad raya. Namun, jangan berharap bahwa orang lain akan berpikir sama, 
2. Kirim pesan (posting)  pada grup diskusi yang sesuai. Tetaplah pada topik diskusi, jika pesan Anda tidak sesuai dengan topik yang ada, jangan kirimkan pesan tersebut,
3. Usahakan  untuk tidak menanyakan hal bodoh pada grup,
4. Baca dahulu FAQ (Frequently Asked Questions) sebelum mulai bertanya.
5. Gunakan email japri (jalur pribadi) untuk hal yang bersifat personal daripada mengirimkannya kepada grup,
6. Jangan membuang waktu pembaca yang sudah mahir dengan mengirimkan informasi yang mendasar.

Kelima: jJangan membuat bingung pembaca. Caranya:
1. Buat email seperti kartu pos. Jaga supaya pesan Anda singkat saja.
2. Jangan terlalu berlebihan dalam mengutip. Dalam membalas pesan kutiplah hanya hal yang penting untuk dibalas.
3. Tulis dan ejalah dengan benar. Tulis seperti Anda menulis sebuah surat.
4. Jaga supaya signature paling banyak empat baris saja, 
5. Cek ulang di web jika Anda mendapat email tentang virus. Jika Anda tidak pasti tentang hal tersebut, jangan meneruskan email tadi ke orang lain.
6. Jangan mengirim spam.

Nah patuhi netiket diatas.







Film Laskar Pelangi bercerita tentang kehidupan anak-anak dari kalangan keluarga miskin di Desa Belitung. Mereka bersekolah di salah satu SD tertua di pulau tersebut yaitu SD Muhammadiyah. Sekolah ini hanya memiliki 10 siswa, sehingga terancam ditutup dan membuat anak-anak tersebut terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi. 

Kesepuluh anak-anak tersebut yaitu Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani, dan Harun. Mereka giat ke sekolah demi mewujudkan impian dan cita-citanya. Ibu Muslimah yang diperankan Cut Mini, menjadi satu-satunya guru yang mengajar di SD tersebut.




Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok. Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ATURAN DASAR NETIKET

ATURAN DASAR NETIKET Berinteraksi di dunia maya, baik itu dengan email, chatting, mailing list atau yang lainnya diperlukan aturan yang di s...